Pria dengan Mata Binar Itu

Biarkan sejenak,
Ingin kupandangi sekali-lagi
Lebih lama, lebih dalam, lebih khidmat
 
Dalam ketidakdewasaanku,
Aku ingin mengeja namamu berkali - kali
dalam segala bentuk bahasa,
Membekukan setiap mili waktu,
Bersyair dan memuji
 
Aku telah menebar - melebur
Berbaur bersama sonar dan binar mata itu
 
Yang jika ditanya, apa mauku?
Kumau tinggal di titik detik pertama aku melihatmu
 
Kumau berterus-terang, terbuka, dan
disaksikan para bintang dan sekutunya
 
Bahwa aku ingin mendambamu,
dengan sebaik-baiknya mendamba
 
 
- Surabaya, 2024
 


Comments

Popular posts from this blog

Memasak Bukan Soal Memasak

Perempuan dengan Mata Musim Hujan

Sendiri Bukan Berarti Bebas (Opini#1)