Kana

Kana susah tidur.

Gelisah saat terpejam,

takut kalau tertidur

pagi datang terlalu awal.


Kana mencoba tidur,

dilambatkannya napas pelan-pelan,

berharap yang mengejar

ikut bergerak pelan.


Dua pagi lewat.

Tiga pagi lewat. 

Namun ia masih

bergerak di tempat.


Kana mematikan lampu.

Tak disisakannya sedikit cahaya,

agar dapat berbaur

bersama gelap.


Kana menutup pintu,

bukan karena takut pencuri,

melainkan takut

suatu hari

ia berhenti memilih dirinya sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Memasak Bukan Soal Memasak

Perempuan dengan Mata Musim Hujan

Sendiri Bukan Berarti Bebas (Opini#1)